PROFIL UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR
Sejarah Singkat
Nama Universitas Ibn Khaldun bogor diambil dari nama seorang muslim yang bernama
Ibn Chaldun. Adapun nama lengkapnya ialah Abu Zaid Abdurrahman Ibn Muhammad Ibn
Khaldun. Beliau lahir di Tunis pada tanggal 1 Ramadhan 732 (27 Mei 1332) dan wafat
di Kairo pada tanggal 25 Ramadhan 802(19 Maret 1406), beliau adalah seorang perintis
filsafat, sejarah dan sosiologi yang tidak ada tandingan pada zamannya. Buku beliau
yang paling terkenal adalah Mukaddimah.
Universitas Ibn Chaldun didirikan pada tanggal 10 Desember 1959 dan berkedudukan
di Jakarta. Universitas Ibn Chaldun merupakan gabungan dari tiga Fakultas yang
dibina oleh Yayasan Ibn Chaldun (Ibn Chaldun Foundation) dan Universitas Djakarta
Indonesia yang terdiri dari 4 Fakultas yang ada di Bogor. Universitas Ibn Chaldun
ini dibina olh Yayasan Ibn Chaldun yang berkedudukan di Jakarta. Dengan demikian
Ibn Chaldun terdiri dari 7 Fakultas yaitu 3 Fakultas di Jakarta dan 4 Fakultas
di Bogor. Itilah sebabnya lambang Universitas Ibn Chaldun terdiri dari 7 sayap.
Pada tahun 1961 empat Fakultas di Bogor memisahkan diri dari UIC dan menjadi
dua Universitas yaitu Universitas Ibn Khaldun Bogor dan Universitas Bogor yang
sekarang bernama Universitas Pakuan.
Universitas Ibn Chaldun Bogor (UIC Bogor) didirikan pada tanggal 23 April 1961
dengan Surat Keputusan Dewan Pendiri Yayasan Ibn Chaldun No. 31/DPP/1961.
Para pendiri UIC Bogor adalah Dr. Marzuki Mahdi, KH. Sholeh Iskandar, RSA Karta Djumena, Ir Prijono Hardjosentono, Djunus Dali, Ir.
Imam Rahardjo, RSA. Suwigyo, H.M. Djunaedi. UIC Bogor ini diberi hak otonomi baik dibidang organisasi, Keuangan maupun Administrasi.
Untuk memantapkan pembinaan UIC maka didirikanlah Yayasan Pembina UIC Bogor pada
tanggal 5 Nopember 1974.
Para pendirinya adalah KH. Sholeh Iskandar, Junus Dali, RM Oentoro Koesmadjo, Ali Audah, Muhammad Entol
Kahfi, Yasin Prawira, BA dan Ders Abdul Qoyyum. Pada tahun 1987 nama Yayasan Pembina
UIC diubah menjadi Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun
Bogor . sedangkan ejaan Universitas Ibn Chaldun (UIC) diubah menjadi Universitas Ibn Khaldun Bogor
disingkat UIKA, dengan motto”Iman, Ilmu, Amal.
Ketua Badan YIC yang pertama adalah Dr. Marzuki Mahdi sedang Rektor UIC yang
pertama adalah Mr Abdullah Siddiq. Periode ini dikemal dengan periode Kampus Papandayan 25 dan Dewi Sartika/Pabrik
Gas. Pada tahun 1968 Dr. Marzuki Mahdi meninggal dan digantikan oleh Ir. Prijono
Hardjosentono. Pada tahun 1970 Ir. Prijono Hardjosentono diangkat menjadi Rektor
sedang Badan Pengurus YIC diketuai KH. Sholeh Iskandar. Periode ini dikenal dengan
periode Jalan Bangka.
Dengan Program Kerja 5 tahun (1970-1975) BP-YIC berhasil membangun Kampus UIC
Bogor di Jalan RE. Martadinata 4 Bogor. Pada tahun 1974 Badan Pengurus Yayasan
Ibn Khaldun Bogor ditingkatkan menjadi Yayasan Pembina Universitas Ibn Khaldun
Bogor. Pada tahun 1983 dilakukan perubahan baik Yayasan maupun Universitas. Ketua
Yayasan KH. KH. Sholeh Iskandar digantikan oleh Ir. Prijono Hardjosentono sedangkan
Rektor adalah Dr. Ir. A.m. Saefuddin. Periode ini dikenal munculnya gagasan Islamisasi
Sain dan Kampus.
Pada tahun 1987 Yayasan Pembina Universitas Ibn Khaldun Bogor diubah menjadi
Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor. Periode ini dikenal dengan lahirnya
Pesantren Ulil Albaab. Pesantren Ulil Albaab ini dimaksudkan untuk lebih memantapkan
gagasan Islamisasi Sain dan Kampus. Kemudian berkembang bahwa yang diterima masuk
Pesantren Ulil Abaab pada dasarnya adalah Sarjana-sarjana dari semua disiplin
ilmu, sehingga banyak diminati mahasiswa/Sarjana lulusan IPB bahkan ada yang dari
Lampung dan dari Jogyakarta. Tujuannya adalah agar para sarjana yang telah lulus
dari pesantren Ulil Albaab ini, apabila mereka terjun dalam masyarakat melaksanakan
propesinya, ia senantiasa berpegang teguh kepada aqiedah Islamiyah, berpedoman
kepada syareat Islamiayah dan berakhlaqul kariemah.
Suatu hal yang penting untuk disampaikan kepada para mahasiswa adalah bahwa UIKA
sejak awal mempunyai motto Iman Ilmu dan Amal yang ditekankan adalah implementasi
dari Iman Ilmu dan Amal yaitu bagi semua unsur civitas academica UIKA, ia harus
mempunyai niat masing-masing. Niat mahasiswa masuk UIKA ini adalah untuk menggali
Ilmu, bukan untuk mencari Ijazah itu semata karena ijazah bisa dibeli.
Bagi pengajar yang menjadi dosen UIKA mempunyai tujuan dan niat untuk mengamalkan
ilmunya, bukan untuk mencari uang semata.
Bagi karyawan UIKA, ia harus mempunyai niat dan tujuan untuk menyumbangkan tenaga
dan pikiran untuk kelancaran kegiatan akademik, bukan mencari gaji semata. Bagi
Pimpinan Yayasan dan Universitas berikut jajarannya adalah dengat dan tujuan untuk
memajukan perguruan tinggi baik pikiran, waktu bahkan harta.
Gagasan Islami sain dan Kampus pada tahun 1983 itu dimaksudkan agar kita dapat
mengkaitkan atau menghubungkan antara ilmu pengetahuan da ilmu agama Islam, atau
dikatakan pula penggabungan Fakultas Pikir dengan Zikir atau menggabungkan atau
mengkaitkan ayat-ayat Kauniah dengan ayat-ayat Tanziliyah. Sebagai cointoh pengkaitan
ilmu pengetahuan dengan nilai agama Islam adalah teori ekonomi dengan pengorbanan
sekecil-kecilnya diperoleh untung sebesar-sebesarnya ?
Pertanyaan timbul : apakah Islam melarang untuk memperoleh keuntungan sebesar-sebesarnya
?
Jawabannya adalah : Tidak. Tapi dengan syarat :
a. Tidak merugikan orang lain
b. Tidak melanggar syareat Islam
c. Kalau ada untung, dkeluarkan zakatnya
Perkembangan
- Pada tahun 1961, UIKA terdiri dari 4 Fakultas yaitu Fakultas Ekonomi Jurusan
Perusahaan, Fakultas Hukum dan Kemasyarakatan, Fakultas Sastra Jurusan Bahasa
Inggris, Fakultas Pendidikan Paedagogik.
Pada tahun 1962 Fakultas Sastra Jurusan Bahasa Inggris dibekukan karena tidak
ada peminatnya.
- Pada tahun 1963 Fakultas Pendidikan Jurusamn Paedagogik memperoleh Status diakui
bagi program Sarjana Muda Lengkap dengan Surat Keputusan PTIP No. 48 tahun 1963
- Pada tahun 1964 didirikan Fakultas Sosial Politik dan Fakultas Hukum Islam
- Pada tahun 1965 Fakultas Hukum dan Fakultas Ekonomi memperoleh Status diakui
bagi program Sarjana Muda Lengkap
- Pada tahun 1970 Fakultas Sosial Politik ditutup karena kurang peminatnya.
- pada tahun 1978 didirikan Fakultas Teknik Sipil yang berkembang menjadi Fakultas
Teknik.
- Pada tahun 1980 Fakultas Hukum Islam dirubah menjadi Fakultas Syariah, karena
pada jajaran Departemen Agama tidak ada fakultas Hukum Islam sehingga sulit memperoleh
Akreditasi.
- Pada tahun 1981 dibuka jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi dan memperoleh
Status Terdaftar pada tahun 1984.
- Pada tahun 1982 UIKA menerima Fakultas Tarbiyah dari Universitas Pakuan, atas
saran dan persetjuan Koordinator Kopertis Wilayah IV (Jawa Barat).
- Pada tahun 1983 didirikan Fakultas Ushuluddin .
- Pada tahun 1984 dibuka Fakultas Industri Jurusan Mesin dan Jurusan Teknologi
yang kemudian berdasaran saran Tim Evaluasi Kopertis dan Konsorsium ITB digabungkan
ke Fakultas Teknik
Visi
Untuk menjadi salah satu Universitas terkemuka di Indonesia, mendapat pengakuan
dunia Islam, sebagai salah satu pusat unggulan penerapan konsep kesatuan Iman,
Ilmu dan Amal dalam membentuk masyarakat madani yang berkelanjutan.
Misi
1. Menghasilkan sumber Daya manusia (SDM) yang kreatif dan relevan dengan dinamika
kebutuhan masyarakat, mempraktekan kebiasaan bersikap dan bertindak ilmiah serta
berahlaq mulia.
2. menghasilkan karya-karya penelitian inovatif, bermutu yang dapat meningkatkan kualitas proses
pembelajaran serta mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk kesejahteraan
masyarakat sebagai perwujudan ajaran Islam (Rahmatan lil alamin)
3. Menguji, mengembangkan, menerapkan dan menyebar luaskan strategi metode, teknologi
dan seni dalam rangka pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mampu berpartisipasi
aktif dalam pembangunan yang adil dan berkelanjutan
Tujuan
- Mengembangkan program pendidikan yang sudah ada agar semakin mampu menghasilkan
lulusan yang propesional dan berakhlaqul kariemah.
- Mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan serta teknologi informasi yang
berkualitas internasional.
- Mengembangkan dan membina masyarakat akademik melalui sistem pendidikan tinggi
yang profesional.
- Mengembangan penelitian dan inovasi teknologi guna memanfaatkan sumber daya secara
optimal dan berkelanjutan sehingga dapat mempercepat proses pengembangan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni.
- Mengembangkan kegiatan ekstra kurikuler yang dinamis.
- Mengembangkan kerjasama kemitraan nasional dan internasional.
|
LOGO
UNIVERITAS IBN KHALDUN
BOGOR |
|

|
|
|
|
NO |
SIMBOL |
MAKNA | |
1 |
Kerang Mutiara |
Filosopi ilmu merupakan suatu hal yang sangat berharga dan pencarian ilmu yang
tidak mudah untuk dicapai | |
2 |
Tujuh Sayap |
Melambangkan jumlah fakultas yang dimiliki pada saat didirikan Universitas Ibn
Chaldun (UIC) tahun 1959 | |
3 |
Obor |
Makna cahaya sebagai penunjuk jalan | |
4 |
Enam Lidah Api |
Melambangkan rukun iman | |
5 |
Dua Pengikat Obor |
Melambangkan dua kalimah syahadat | |
6 |
Bintang |
Melambangkan agama islam sebagai sumber dari segala sumber hukum | |
7 |
Bingkai Segi Lima |
Melambangkan Rukun Islam | |
8 |
Phrase UNIVERSITAS IBN KHALDUN |
Nama Perguruan Tinggi | |
9 |
Phrase BOGOR |
Menunjukan domisili keberadaan UIKA | |
10 |
Warna Emas |
Melambangkan kebesaran dan kemakmuran |
|
Dasar hukum Surat Keputusan Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun (YPIKA) Bogor
Nomor: 32/KPTS/BAPEN-YPIKA/2004 tentang LOGO UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR.
Warna Bendera
Bendera UIKA berwarna Hijau melambangkan agama Islam, ditengah-tengah terdapat
lambang berwarna Kuning Emas yang melambangkan kebesaran dan kemakmuran.
Bendera fakultas Ekonomi berwarna Kuning, bendera Fakultas Hukum berwarna merah,
Bendera Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan berwarna Merah Jambu, Bendera Fakultas
Teknik Biru Tua dan Bendera Fakultas Agama Islam berwarna Hijau.
Moto
Iman, Ilmu, Amal
Mars
Demi Nusa bangsa Agama
Angkatan Mahasiswa
Universitas Ibn Khaldun
Menggali ilmu dalam dan tekun
Menyikap gerbang hari esok
tanah persada jaya
Masyarakat tentram raharja
Bumiku Indonesia